"kamu aja deh yang masuk....aku grogi kalo ngomong sama pak kepsek!".........atau
"aku lho ga berani ngajak dia jalan....soalnya yang deket sama dia bukan orang semabarangan"
kalimat-kalimat seperti itu seringkali muncul dalam kepala kita. kalo hanya sesekali muncul seh manusiawi...tapi kalo dah kebangetan, ini yang bikin masalah...
tapi kalo terlalu sering menepis pikiran2 macam itu takutnya yang muncul malah kepribadian yang ga asyik alias sombong???
nah itulah 1 kesalahan lg yang sering kita lakukan...
kita mesti bisa membedakan antara percaya diri dengan sombong.
kalo percaya diri itu digunakan untuk memperkuat diri dan ga ada niatan untuk dipublikasikan, sebaliknya kalo sombong itu emang tujuannya pamer ke orang2 di sekitarnya.
nah...coba intropeksi...yang udah kamu lakuin percaya diri apa sombong???
Selasa, 13 April 2010
Minggu, 22 November 2009
Cara bergaul
.jpg)
A. Lingkungan baru
Jadi anak baru di tempat yang sama sekali asing, terkadang memang bisa membuat kita takut dan khawatir. Apalagi kalau kita termasuk tipe pemalu atau pendiam. Sama halnya ketika kita pertama kali masuk di sekolah, sebelumnya kita memiliki banyak teman tapi itu dulu, waktu di SD namun kini ketika masuk di sekolah baru kita harus menyesuaikan diri dengan banyak teman yang memiliki kebiasaan berbeda dengan kita. Yang ditakutkan, kita tidak bisa beradaptasi dan susah mendapatkan teman-teman baru. Atau lebih parahnya lagi, kita akan dijauhi karena dianggap sebagai orang "luar". Tapi begitu kita tahu cara yang tepat untuk menarik perhatian mereka, ternyata tidak susah-susah amat kok untuk menemukan sobat dan teman baru.
B. Mendapatkan teman Baru.
Banyak cara yang bisa kita lakukakan untuk mendapatkan teman baru dan untuk bergabung dalam lingkungan itu, mendapatkan teman dan juga dikenal banyak penghuni sekolah baru kita.
Berikut ini cara bagaimana agar kita bisa mendapatkan teman dan apa saja yang harus kita lakukan :
1. Tahan Malu
Pertama-tama kita harus bisa membuang, atau setidaknya menekan, rasa malu dan takut itu. Soalnya, perasaan malu ini yang membuat kita memilih diam di pojokan, daripada berbaur dengan orang lain. Tapi bukan berarti kita jadi bersikap malu-maluin, ya. Tidak usah grogi duluan, mereka bukan buaya yang bisa memakan kita hidup-hidup. Lagipula, mereka pasti juga penasaran dengan kita, si sosok baru.
2. Move Move!
Kalau cuma duduk diam saja, kapan kita bisa kenalan? Jangan menunggu orang lain untuk menegur kita duluan. Sebagai orang baru, kitalah yang harus aktif untuk beramah tamah dan memperkenalkan diri. Toh, kita juga yang butuh, kan?! Cara menegurnya juga biasa saja, nyantai tapi tetap sopan. Tidak usah terlalu heboh, bisa-bisa mereka ilfeel duluan melihat kelakuan kita yang over.
3. Join the Group
Biasanya bibit-bibit pertemanan itu bersumber dari minat atau hobi yang sama. Nah, kalau kita punya hobi atau keahlian tertentu, coba saja untuk ikutan klub atau ekskul. Aktif dalam kegiatan pramuka yang diadakan di sekolah, bisa bikin nama kita dikenal, lho!. Selain bakat makin berkembang, kita juga jadi lebih nyambung ngobrol dengan orang-orang yang sama bersemangatnya tentang suatu topik.
4. Beri Perhatian
Setelah berhasil kenalan, jangan langsung tidak pedulian. Kita juga harus berusaha untuk bisa lebih dekat sama mereka dan memberi perhatian-perhatian kecil. Misalnya, tersenyum dan menyapa setiap kali berpapasan di koridor kelas, ingat hari ulang tahun dan nama binatang peliharaan mereka, menjenguk saat si teman baru ini jatuh sakit, juga tentunya mengucapkan selamat saat ulang tahunnya. Siapa pun pasti merasa senang karena tahu ada orang yang care enough untuk memberi perhatian kecil ini.
5. Pantang Menyerah
Yah, kita memang tidak bisa mendapatkan teman secepat kilat. Soalnya, butuh usaha, waktu dan kesabaran ekstra. Makanya jangan terburu nyerah duluan begitu dicuekkin. Anggap saja mereka melakukan itu karena memang belum kenal sama kita. Kalau kita tetap bersikap manis dan menunjukan niat baik untuk berteman, nanti mereka akan menyambut dengan tangan terbuka, kok. Tapi kalau mereka terus-terusan menolak persahabatan kita, ya tidak usah memaksakan diri lho.
6. Awas Salah Langkah
Menjalin keakraban dengan teman baru memang penting. Tapi jangan sampai kita ikut-ikutan terlibat pergaulan yang tidak benar.
Misalnya…Coba-coba merokok karena teman-teman baru bilang bahwa cewek merokok = cewek keren! itu sih pemikiran kuno! Jangan mau dibodohi seperti ini.
Mengubah diri jadi orang lain. Misalnya, memaksa agar kita memakai high-heels, padahal mereka tahu kalau kita sayang banget sama sneakers andalan. Teman yang baik itu harus bisa menerima diri kita apa adanya. Jadi kalau kita merasa tidak nyaman untuk berubah, ya tidak usah repot-repot berubah demi mereka.
Meskipun kita anak baru, tapi bukan berarti mereka bisa menginjak-injak kita, tahu. Kalau mereka tidak bisa menghargai kita, jangan ragu-ragu untuk menyingkir dan mencari teman lain yang jauh lebih oke!
Minggu, 15 November 2009
PERTANYAAN DALAM PIKIRKU...........
Dalam prjalanan plng dr rumah mertua di magetan,aq ktmu:
1. Pak polisi yg msh stand by d rest area dan ttp hrus trjaga pdhal udh jm 1/2 12 malem.
2. Pedagang asongan yg brmandi peluh mnawarkn dagangannya dan hrs brsaing dg pdagang yg lain u/ mndptkan 100-200 perak
3. Pnjaga toilet brumur 63th yg sdng mmbrsihkn toilet pdhal jempol n tlunjuk tangannya cacat.
Yg jd prtanyaan, buat siapa mrk brsusah2 begitu?
1. Pak polisi yg msh stand by d rest area dan ttp hrus trjaga pdhal udh jm 1/2 12 malem.
2. Pedagang asongan yg brmandi peluh mnawarkn dagangannya dan hrs brsaing dg pdagang yg lain u/ mndptkan 100-200 perak
3. Pnjaga toilet brumur 63th yg sdng mmbrsihkn toilet pdhal jempol n tlunjuk tangannya cacat.
Yg jd prtanyaan, buat siapa mrk brsusah2 begitu?
Selasa, 03 November 2009
direncanakan yaaaa....
RENCANAKAN MULAI SEKARANG!!
Belum-belum sudah banyak yang tanya, mau kuliah dimana? Ambil jurusan apa? Kerja dimana? Pengen jadi apa?
Hufhh…boro-boro mikir kuliah dimana atau mau kerja apa……mikir ujian aja udah pusing tujuh kelililing!!!
Hmmm…ujian emang sangat penting. Bahkan pertaruhan atas 3 tahun perjuangan di SMA. Tetapi memikirkan rencana pasca luluspun juga tidak kalah pentingnya. Karena semua ‘butuh persiapan’.
Ada 4 hal yang bisa jadi pilihan rencana kamu setelah lulus dari SMA:
a. Kuliah c. Kerja
b. Kursus d. Lain-lain
Nah yang perlu kamu rencanakan kalau kamu sudah punya pilihan:
a. Kuliah
· Rencanakan kamu mau kuliah jenjang diploma atau sarjana
· Pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatmu dan cari informasi mengenai jurusan tersebut beserta prospek kerjanya
· Cari informasi perguruan tinggi yang ada jurusan tersebut, karena ga semua jurusan ada di satu perguruan tinggi
· Rencanakan jalur masuk ke perguruan tinggi tersebut (PMDK, SNMPTN atau SPMK).
b. Kursus
· Pilih jenis kursus yang sesuai dengan bakat dan minat serta rencana karirmu
· Cari informasi tempat kursus yang sesuai dengan kebutuhan
· Lihat info2 dari BLK, siapa tahu ada program di BLK yang sesuai dengan pilihanmu. Eh…tahu BLK kan? Balai latihan kerja!!!!
c. Kerja
· Sering2 lihat iklan lowongan kerja, baik di media massa atau elektronika termasuk di internet
· Usahakan punya 1 skill unggulan
· Belajar buat surat lamaran kerja dan tata cara melamar kerja
· Buat yang mau daftar TNI/Polri:
~ Cek kesehatan, termasuk gigi, mata dan kulit
~ Cek tingi dan berat badan di puskesmas
d. Lain-lain
????????????????????????????????????????????????????????Tapi tentu saja, apapun rencanamu….semuanya pasti mensyaaratkan lulus. Lebih baik merencanakan terlalu awal daripada persiapan yang terlambat
Belum-belum sudah banyak yang tanya, mau kuliah dimana? Ambil jurusan apa? Kerja dimana? Pengen jadi apa?
Hufhh…boro-boro mikir kuliah dimana atau mau kerja apa……mikir ujian aja udah pusing tujuh kelililing!!!
Hmmm…ujian emang sangat penting. Bahkan pertaruhan atas 3 tahun perjuangan di SMA. Tetapi memikirkan rencana pasca luluspun juga tidak kalah pentingnya. Karena semua ‘butuh persiapan’.
Ada 4 hal yang bisa jadi pilihan rencana kamu setelah lulus dari SMA:
a. Kuliah c. Kerja
b. Kursus d. Lain-lain
Nah yang perlu kamu rencanakan kalau kamu sudah punya pilihan:
a. Kuliah
· Rencanakan kamu mau kuliah jenjang diploma atau sarjana
· Pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatmu dan cari informasi mengenai jurusan tersebut beserta prospek kerjanya
· Cari informasi perguruan tinggi yang ada jurusan tersebut, karena ga semua jurusan ada di satu perguruan tinggi
· Rencanakan jalur masuk ke perguruan tinggi tersebut (PMDK, SNMPTN atau SPMK).
b. Kursus
· Pilih jenis kursus yang sesuai dengan bakat dan minat serta rencana karirmu
· Cari informasi tempat kursus yang sesuai dengan kebutuhan
· Lihat info2 dari BLK, siapa tahu ada program di BLK yang sesuai dengan pilihanmu. Eh…tahu BLK kan? Balai latihan kerja!!!!
c. Kerja
· Sering2 lihat iklan lowongan kerja, baik di media massa atau elektronika termasuk di internet
· Usahakan punya 1 skill unggulan
· Belajar buat surat lamaran kerja dan tata cara melamar kerja
· Buat yang mau daftar TNI/Polri:
~ Cek kesehatan, termasuk gigi, mata dan kulit
~ Cek tingi dan berat badan di puskesmas
d. Lain-lain
????????????????????????????????????????????????????????Tapi tentu saja, apapun rencanamu….semuanya pasti mensyaaratkan lulus. Lebih baik merencanakan terlalu awal daripada persiapan yang terlambat
Rabu, 21 Januari 2009
SEBEL
Kemarin aku nganterin adekku pemberkasan PNS di salah satu pemkab. Huuuhh...siang itu bayak keluhan yang aku rasain. Mulai dari antri yang panjang, puanas dan puncaknya ketemu dengan salah satu orang yang bikin hati jadi gregetan.Aku bertemu dengan salah satu peserta pemberkasan juga, artinya dia juga berkesempatan untuk merasakan gaji PNS dari negara. Setelah sedikit berbasa-basi, aku mulai kenalan dengannya. Hmm, dari situ aku tahu dia bukan Sarjana Pendidikan. Lho...kok bisa antri di Tenaga Pendidikan?? Ooohh dia ternyata diterima sebagai Guru BK alias Konselor SMP. Yang lebih memprihatinkan, setelah tahu kalo aku berprofesi sama, dia tanya ke aku apa saja tugas-tugas seorang konselor di sekolah. Lho koq??? Mungkin ini adalah idealismeku sebagai orang yang ingin menunjukkan tugas konselor sebenarnya di sekolah...aku kecewa dengan perekrutan pegawai negeri sipil di sini. Terutama untuk Guru BK. Tolong dong untuk lebih selektif, kasihan anak-anak didik kita kalo ternyata yang ngajar mereka di depan kelas bukan orang yang benar-benar memiliki keahlian di bidangnya.
Sabtu, 15 November 2008
I'm Glad to be Counselor
Sejarahku memilih jurusan BIMBINGAN KONSELING awalnya dari ketidaksengajaan yang sempat kuanggap sebagai 'kecelakaan' waktu itu. Hmmm...1 gedung dengan teman-teman dari jurusan psychology bikin kutambah minder waktu itu. Sering ketika ditanya, kujawab saja aku juga jurusan psychology. Nah...perasaanku yang seperti itu (yang mungkin juga seringkali dirasakan temen-temen) bikin temen-temen dari psychology sering nampak memandang sebelah mata ke jurusanku.
Tapi...ketika aku mulai masuk dunia kerja....Alhamdulillah....aku mulai menyadari, kalau aku harus sangat bersyukur diberi jalan masuk jurusan ini. Lapangan kerja jelas (bukan lahan orang lain), memulihkan citra jurusanku yang selama ini dihinggapi bad perception, dan bisa kulakukan tugasku sesuai dengan tuntutan seharusnya.
Hmm...kalau kamu sekarang mahasiswa bimbingan konseling.... berbanggalah karena kamu pantas untuk itu! Karena di luar sana banyak yang mencoba jadi sepertimu tapi hampir bisa dipastikan tidak sebaik apa yang bisa kamu lakukan.
Langganan:
Postingan (Atom)